Monday, February 17, 2014

Ibadah Prosedural

Kasus 'Ustadz' Hariri, kembali mencoreng kehidupan berbangsa. Semua tercengang, kaget dan tidak percaya dengan peristiwa yang mencuat dan menyebar melalui layanan video daring Youtube tersebut.

Belum lagi kicauan seorang artis Cinta Penelope yang semakin menyudutkan Hariri. Bagaimana mungkin seorang ustadz hendak mencium artis yang notabene bukan mahramnya? Duh gusti semoga ini salah berita.. karena ini hanya pengakuan. Belum pula terdengar klarifikasi dari Hariri.

Ada yang salah, jika seorang pendakwah macam 'Ustadz' Hariri terlibat aksi tak simpatik dan tak bermotal. Pasti ada yang salah.

Jelas. Tak mungkin seorang Ustadz akan berkilah bahwa itu adalah kehidupan pribadinya. Karena seorang Ustadz akan menjadi contoh, mulai dari kehidupan pribadinya hingga yang tampak ke publik. Jika iya demikian, maka kemunafikan lah yang sedang kita tonton ini.

Pasti ada yang salah dengan ibadah kita. Jika perbuatan tak seiring dengan ucapan kebaikan yang meluncur dari bibir. Jika ahlak tak seindah pelajaran ahlakul karimah yang dikhotbahkan di atas mimbar.

Sungguh, peristiwa ini tidak untuk semakin menenggelamkan karakter Hariri. Tapi hendaknya menjadi contoh bagi kita semua, bahwa apapun ibadah yang kita lakukan hendaknya ada penghayatan di dalamnya. Jangan sampai hanya menjadi sekedar gugur kewajiban, pas bandrol atau ibadah prosedural semata.

Hanya terpenuhi rukun dan syarat saja, tapi lupa menghadirkan segenap jiwa di dalamnya.

Wallahualan

0 comments:

Post a Comment

 
;